Memilih Hewan Kambing Yang Baik Untuk Aqiqah

Anak adalah amanah dari Tuhan yang benar-benar dijaga dengan penuh kasih sayang. Setiap wanita yang telah menikah selalu berharap agar segera dapat dipercaya untuk merasakan nikmatnya mengandung. Selama masa kehamilan yang dirasakan tak jarang dari setiap pasangan sudah tidak sabar menanti kelahiran sang buah hati ingin segera mengetahui jenis kelamin dari sang anak, namun kini dengan kemajuan teknologi jenis kelamin anak didalam kandungan sudah dapat diketahui meskipun tidak 100% sesuai ketika sudah melahirkan, tapi dilihat dari sisi baiknya mengetahui jenis kelamin calon anak adalah dapat mempersiap kan biaya-biaya setelah kelahiran selain biaya rumah sakit yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk aqiqah.

Jika yang terlahir anak perempuan hendaknya menyembelih satu kambing, begitu pula jika yang terlahir anak laki-laki wajiblah menyembelih dua kambing. Nah lalu kambing seperti apa yang baik dalam pelaksanaan aqiqah?

Berikut tips memilih kambing yang baik versi aqiqah bekasi :

  1. Usia kambing
    Pemilihan usia kambing untuk pelaksanaan aqiqah tidak berbeda dengan pemilihan usia kambing dalam pelaksanaan hari raya qurban yaitu berusia satu tahun.
  2. Syarat fisik kambing
    Begitu pula dalam hal ini sama dengan syarat fisik kambing dalam penyembelihan hewan qurban, dimana kambing wajib dalam keadaan sehat, berbobot, tidak cacat fisiknya, dan tidak berpenyakit.
  3. Jenis kelamin kambing
    Dalam pelaksanaan aqiqah, anda bisa memilih kambing yang akan disembelih berjenis kelamin betina maupun jantan.

Jika anda tidak ingin repot dalam pelaksanaan aqiqah dari pemilihan, penyembelihan hingga pengolahan daging kambing ada baiknya anda memasrahkan urusan hal ini pada jasa aqiqah yang benar-benar amanah agar aqiqah anak anda terlaksana sebaik mungkin, maka dari itu pilihlah aqiqah bekasi sebagai solusinya, karena sudah menjadi pilihan para orang tua dalam melaksanakan acara aqiqah untuk buah hatinya.

Selain amanah jasa aqiqah bekasi ini sangat profesional didalam bidangnya, sehingga anda tak perlu khawatir dari segi kambing yang dipilih hingga pengolahannya, dari penyajiannya pun benar-benar rapi jadi ketika box-box nasi aqiqah yang nantinya dibagikan dapat memberi kepuasan bagi siapa pun yang menerimanya.

Koperasi Astra Menggelar Rapat Tahunan

Tahun ini, Koperasi Astra International menggelar rapat anggota tahunan (RAT) pada 21 April 2015. RAT dibuka dengan sambutan dari manajemen PT Astra International Tbk Ema Poedjiwati (Human Capital Management & Services Division Head), dilanjutkan sambutan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI Setyo Heriyanto (Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia).

RAT dihadiri oleh pengawas, pengurus dan perwakilan anggota Koperasi Astra. Siang hari itu, agenda RAT mencakup persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan Koperasi Astra untuk tahun buku 2014. RAT kemudian membuka forum tanya jawab seputar laporan pertanggungjawaban tersebut. Pada momen ini, Anggota juga menyetujui penetapan penggunaan sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2014 dan rencana kerja Koperasi Astra pada tahun ini. Koperasi Astra didirikan pada 25 Juni 1990.

Anggota Koperasi Astra adalah karyawan tetap perusahaan Grup Astra. Tercatat hingga akhir 2014, jumlah Anggota Koperasi Astra sebanyak 69.954 orang atau 41,6% dari total karyawan tetap Grup Astra. Jumlah ini meningkat 12,8% dibandingkan anggota pada tahun 2013 yang sebanyak 62.022 anggota.

Dalam pengembangan usahanya, Koperasi Astra berfokus pada jenis-jenis usaha yang mampu meningkatkan kesejahterahan anggotanya. Alhasil, sepanjang 25 tahun ini, Koperasi Astra memberikan banyak nilai lebih bagi para anggotanya. Bisnis inti Koperasi Astra meliputi simpanan berjangka, pinjaman, investasi, program kesejahterahan dan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR). Simpanan berjangka Koperasi Astra adalah simpanan sukarela anggota yang menjadi salah satu sumber pendanaan bagi Koperasi Astra. Dana ini kemudian disalurkan kembali kepada anggota yang membutuhkan melalui program pinjaman.

Hingga akhir 2014, saldo simpanan yang dikelola sejumlah Rp 336,49 miliar dengan total 2.368 akun. Pada tahun 2014, untuk program pinjaman, Koperasi Astra memberikan dana kepada anggota dan juga Koperasi Unit (Kopnit) dengan nilai total Rp 323,59 miliar. Di bidang investasi, Koperasi Astra memiliki saham di beberapa anak perusahaan Grup Astra dengan jenis usaha yang bervariasi, seperti jasa keamanan, pengelolaan kereta gantung, jasa penyeleksian dan penyediaan tenaga teknisi alat berat.

Hingga akhir 2014, Koperasi Astra memiliki saham di PT Unimitra Aspera (99,99%), PT Swakarsa Cipta Mandiri (95%), PT Sigap Prima Astrea (92,5%), PT Sigap Garda Pratama (70%), PT Skylift Indonesia (dalam likuidasi) (65,84%) dan PT Kanitra Mitra Jayautama (25%). Koperasi Astra, melalui program kesejahteraan, memberikan beasiswa dan memfasilitasi kepemilikan rumah bagi anggota.

Hingga tahun 2014, dana yang disalurkan untuk beasiswa sebesar Rp 28,2 miliar untuk 19.924 putra-putri anggota. Sepanjang 20082014, Koperasi Astra telah membantu kepemilikan 6.536 unit rumah. Terakhir, sebagai wujud CSR, Koperasi Astra menjalankan program renovasi PAUD dan posyandu, donor darah, pemberian dana santunan untuk pesantren dan anak yatim serta pengobatan gratis.

Pejabat Astra Silahturahmi ke Tempo

Pada 6 April, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengunjungi kantor Redaksi Koran Tempo dan Majalah Tempo yang berlokasi di bilangan Kebayoran Baru. Kedatangan Prijono Sugiarto yang ditemani oleh Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas dan tim Corporate Communications Astra International ini, disambut oleh Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti, Pemimpin Redaksi Koran Tempo Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli dan Direktur PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad.

Dalam kunjungan hangat yang berlangsung sekitar dua jam, Prijono Sugiarto dan tim Tempo banyak mendiskusikan tentang isu-isu yang berhubungan dengan ekonomi, politik dan sosial, serta tentang kondisi bisnis Grup Astra saat ini.

Tidak hanya itu, tim Tempo juga menanyakan beberapa pertanyaan seputar kehidupan pribadi Prijono Sugiarto. Di antaranya, latar belakang pendidikan beliau dan kampus tempat beliau dulu menempuh pendidikan. Diskusi yang berlangsung akrab ini ditutup dengan acara syukuran, tiup lilin dan potong kue ulang tahun, mengingat kunjungan Astra ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-14 Koran Tempo yang jatuh pada tanggal 2 April 2015. Acara terakhir ini menjadi penutup kunjungan yang hangat karena dipenuhi tawa dan saling melempar canda antara tuan rumah dan tamunya. Astra berharap, hubungan baik yang sudah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan lewat ajang silaturahmi, seperti kegiatan saling mengunjungi.

Ciri-Ciri Orang Yang Susah di Hipnotis

Saat kita melihat orang-orang yang sudah terhipnotis, kita tentu merasakan rasa takjub kenapa di dunia ini ada ilmu yang seperti itu. Ada dua tujuan kenapa orang melakukan hipnotis, yang pertama ialah untuk tindakan kejahatan dan yang kedua yaitu untuk tindakan pengobatan.

Ciri-Ciri Orang Yang Susah di Hipnotis

Tujuan yang pertama biasanya dikenal masyarakat dengan istilah gendam atau hipnotis negatif. Gendam umumnya digunakan untuk tindakan kriminal dengan menguasai alam bawah sadar calon korbanya. Setelah berhasil terhipnotis, maka pelaku akan segera memanfaatkan kondisi tersebut dan melakukan aksi pencurian atau tindakan kriminal yang lainnya. Tujuan yang kedua umumnya bertujuan untuk sebuah pengobatan. Dengan metode hipnotis ini maka pasien yang mengalami penyakit tertentu merasa terbantu karena dapat mengendalikan stress atau rasa sakit pada tubuh dibagian tertentu.

Taukah anda, Ternyata tidak semua orang dapat dihipnotis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, otak orang-orang yang mudah terkena hipnotis berbeda dengan orang yang sulit terkena hipnotis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari pencitraan resonansi magnetik untuk menganalisa bagaimana area otak yang berhubungan langsung dengan kontrol cenderungnya memiliki lebih sedikit aktivitas dibandingkan pada orang yang tidak dapat dihipnotis.

Studi ini publikasikan pada Archives of General Psychiatry Universitas Stanford. David Spiegel, MD, penulis senior sekaigus seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku menyatakan terdapat “sesuatu” di otak saat dia melakukan penelitian pada orang yang sulit untuk dihipnotis. Kira-kira 25 % objek penelitian tersebut sangat sulit untuk dihipnotis.

Spiegel dengan rekan penelitianya di Stanford akhirnya melakukan tindakan scan MRI fungsional serta struktural dari otak 12 orang dewasa dengan hipnotisabilitas yang tinggi dan 12 orang dewasa lainya mempunyai hipnotisabilitas yang rendah. Kedua kelompok tersebut mempunyai jaringan modus-default aktif, akan tetapi peserta yang terkena hipnotis menunjukkan aktivasi aktif yang lebih besar pada bagian komponen-komponen jaringan kontrol eksekutif pada otak manusia.

Dari hasil penelitian ini juga menguak mudah atau tidaknya seseorang yang dihipnotis bukanlah tergantung pada kepribadian tetapi lebih tergantung pada kemampuan kognitif yang ada di otak manusia. Otak yang mempnyai aktivitas aktif lebih banyak berpikir terlalu keras, suka melamun, rasa khawatir berlebihan, berimajinasi tingkat tinggi dan aktivitas aktif lainnya lebih mudah untuk di hipnotis daripada yang tidak.

Era Baru Kaisar Naruhito

Halaman istana Kekaisaran Jepang di pusat Kota Tokyo bermandikan sinar matahari musim semi pekan lalu. Para pelari yang se- dang menyelesaikan putaran parit tampak menghindar dari turis asing yang berkelompok. Karyawan kantoran menyantap makan siang bola nasi dan teh. Di sisi lain parit, tersembunyi di balik barisan pohon, istana kekaisaran sedang mempersiapkan transisi bersejarah bagi negara itu. Pada Selasa, 30 April ini, menurut rencana, Kaisar Akihito akan memasuki ruangan di bangunan istana itu. Di hadapan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan politikus senior lain, ia secara resmi akan turun takhta.

Ia menjadi kaisar pertama yang mundur dalam 200 tahun terakhir. Pada akhir upacara selama sepuluh menit itu, era Heisei, yang dimulai pada 7 Januari 1989, resmi berakhir. Keesokan paginya, putra sulungnya, Naruhito, 59 tahun, akan memasuki ruangan yang sama dan menerima pedang, permata, serta cermin—tiga harta suci yang diwariskan ke garis kekaisaran—sebagai buk- ti penobatannya menjadi kaisar baru.

Perdana Menteri Abe akan menyambut penobatan itu atas nama rakyat Jepang, dan era baru Reiwa dimulai. Karakter Reiwa diambil dari buku puisi tertua Jepang, Manyoshu, yang berarti “harmoni yang indah”. Berbeda dengan sebagian besar negara lain, Jepang menggunakan kalender Barat dan periode pemerintahan kekaisaran. Dalam kalender Jepang, tahun 2019 disebut Heisei 31 (tahun ke-31), yang sekarang menjadi Reiwa 1. Penanggalan ini dipakai untuk sejumlah dokumen pemerintahan. Rencana suksesi ini sudah cukup lama disiapkan. Kaisar Akihito, yang telah berusia 85 tahun, menyatakan niatnya turun takh- ta pada 2016 karena alasan kesehatan.

Parlemen Jepang mengesahkan undang-undang yang memungkinkan Akihito lengser pada 8 Juni 2017. Pengunduran diri Akihito dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2019. Setelah pensiun, Akihito akan menjadi joko (kaisar emeritus), sementara Permaisuri Michiko menjadi jokogo (permaisuri emeritus). Naruhito, kaisar baru nanti, dan istrinya, Masako, mewakili banyak hal baru dalam sejarah Negeri Sakura. Untuk pertama kalinya, mereka adalah kaisar-permaisuri yang berpendidikan universitas, menguasai banyak bahasa, dan bermukim bertahun-tahun di luar negeri. Naruhito lahir di Tokyo pada 23 Februari 1960 sebagai putra tertua pasangan Akihito-Michiko. Naruhito mulai menempuh pendidikan tingginya di Gakushuin University pada April 1978. Ia mengambil bidang sejarah dan lulus empat tahun kemudian.

Topik skripsinya tentang transportasi air di Laut Pedalaman Seto selama Abad Pertengahan. Setahun kemudian, ia pindah ke Inggris untuk kuliah di Merton College, Oxford University, mempelajari sejarah transportasi di Sungai Thames pada abad ke-18. Naruhito mencatat masa-masa di Oxford dengan tekun dan menuangkannya dalam memoar The Thames and I: A Memoir of Two Years at Oxford, yang terbit pada 1993. Buku itu menceritakan kehidupan sehari-harinya di Oxford, pengalamannya berkeliling Inggris dan Eropa, serta sejumlah anekdot tentang seorang putra mahkota yang berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan mahasiswa. Ia menyebut periode ini sebagai waktu paling bahagia dalam hidupnya. Dalam memoarnya, Naruhito menuturkan pernah hampir membuat asrama mahasiswa kebanjiran saat ia mencuci pakaian untuk pertama kali dalam hidupnya.

Menurut Nippon.com, Naruhito juga mengungkapkan kepada teman-temannya di Oxford tentang kemiripan kata Jepang untuk “Yang Mulia” (“denka”) dengan “lampu listrik” (“denki”). Setelah itu, teman-temannya memanggilnya Denki, bukan Denka. Setelah lulus dari Oxford, ia kembali ke Tokyo dan meraih gelar master lain dari Gakushuin University pada 1988. Setahun kemudian, ia memasuki babak baru dalam hidupnya. Kaisar Hirohito meninggal pada 7 Januari 1989, yang menandai berakhirnya era Showa dan dimulainya era Heisei (Akihito). Saat ayahnya menjadi kaisar, Naruhito pun menjadi putra mahkota. Kisah cinta Naruhito-Masako bermula di Gakushuin. Naruhito bertemu dengan Masako Owada, diplomat karier lulusan Oxford University dan Harvard University, Amerika Serikat, dalam sebuah pesta minum teh untuk seorang putri Spanyol pada 1986.

Jemaah Tauhid Nasional Diduga Dekat Dengan Jemaah Mujahidin India

Wakil Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene bahkan menduga Jemaah Tauhid Nasional berhubungan dekat dengan Jemaah Mujahidin India. Kelompok radikal Islam di India tersebut ditengarai juga memiliki relasi dengan organisasi serupa di Bangladesh. Para teroris ini menjadi bagian dari jaringan teror global, katanya. Situasi ini berbeda dengan konflik lain yang pernah kami hadapi. Akibat serangan dahsyat ini, pemerintah Sri Lanka menuai sorotan tajam.

Penyebabnya bukan karena mereka tidak sigap menangani krisis selepas rentetan ledakan bom, melainkan lantaran pemerintah kecolongan sehingga gagal mengantisipasi aksi teror.

Senaratne, yang juga menjabat Menteri Kesehatan, mengakui pemerintah telah mendapat peringatan dari sejumlah lembaga intelijen tiga pekan sebelumnya. Senaratne mengungkapkan, pemerintah sudah diperingatkan pada 4 April lalu. Tapi, menurut dia, Perdana Menteri Sri Lanka “menutup mata”. Sepekan kemudian bahkan ada laporan intelijen dari pejabat kepolisian yang tidak hanya menyebut Jemaah Tauhid Nasional sebagai perancang serangan bom, tapi juga merinci nama-nama anggota kelompok itu dan alamat mereka. Orang-orang yang disebutkan dalam laporan intelijen itu termasuk mereka yang ditangkap atau tewas dalam aksi bom bunuh diri.

Namun informasi https://pwhm.net/ itu menyebar perlahan melalui beberapa lingkaran pemerintah Sri Lanka, yang dilanda pertikaian. Bahkan peringatan tak pernah sampai ke meja Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, yang dilarang menghadiri pertemuan Dewan Keamanan di tengah perseteruan- nya dengan Presiden Maithripala Sirisena. Sirisena tengah berada di luar negeri saat terjadi serangan. Sejak memanas pada Oktober 2018, konflik politik di Sri Lanka belum juga reda. Saat itu Sirisena menggulingkan dan mengganti Wickremesinghe dengan orang pilihannya, bekas presiden Mahinda Rajapaksa. Tapi manuvernya gagal dan menjadi bumerang. Di bawah tekanan Mahkamah Agung, Sirisena terpaksa mengembalikan Wickremesinghe ke posisinya beberapa pekan kemudian.

Dalam keterangannya melalui media massa, Rajitha Senaratne menegaskan bahwa pemerintah akan mengusut kegagalan dalam merespons laporan intelijen tersebut. Kami mengetahui peringatan itu dan melihat detailnya, ucap Senaratne seraya menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga korban. Dia menjanjikan pemberian kompensasi kepada mereka dan pembangunan kembali gereja.

Masalahnya, peringatan tidak hanya datang dari lembaga intelijen dalam negeri. Badan telik sandi negara tetangga, India, juga memperingatkan Sri Lanka lebih dari dua pekan sebelumnya. Isinya menjelaskan potensi serangan bom bunuh diri terhadap gereja-gereja dan tempat wisata. Peringatan itu kembali dikirim dari New Delhi dua hari sebelum serangan. Kami harus melihat mengapa tindakan pencegahan yang memadai tidak diambil, ujar Wickremesinghe. Seorang pejabat intelijen India menerangkan, informasi yang mereka teruskan ke Sri Lanka diperoleh dari hasil interogasi tersangka kombatan ISIS. Dia mengungkap nama seorang pria, Zahran Hashim, salah satu pelaku bom bunuh diri dan dikaitkan dengan Jemaah Tauhid Nasional, katanya kepada CNN. Tersangka menyatakan berperan dalam radikalisasi (Zahran). Berita bahwa pembantaian di Sri Lanka sebenarnya bisa dicegah membuat banyak orang terperangah.

Kami heran ketika mengetahui kematian ini bisa dihindari. Mengapa tidak dicegah? kata Uskup Agung Kolombo Kardinal Malcolm Ranjith. Sayangnya, insiden tersebut tak membuat perseteruan antara Sirisena dan Wickre- mesinghe mereda. Presiden Sirisena, yang merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan, mendesak wakilnya, Ruwan Wijewardene, dan kepala kepolisian mengundurkan diri. Sirisena juga berencana mencopot kepala pasukan pertahanan dan keamanan Sri Lanka. Dia beralasan, ketiganya berperan dalam menyumbat informasi intelijen dari India. Wijewardene, sekutu Perdana Menteri, melemparkan tudingan balik. Kepada Reuters, dia mengaku juga tidak mengetahui informasi intelijen India. Dia malah menuding para pejabat tinggi telik sandi sengaja menyembunyikan informasi tentang peringatan serangan tersebut.

Hari Paskah Kelabu di Srilanka

AMELIE dan Daniel Linsey sedang berada di restoran Hotel Shangri-La di Kolombo, Sri Lanka, saat sebuah ledakan mengguncang tempat mereka menyantap sarapan, Ahad, 21 April lalu. Kedua remaja itu, bersama ayah mereka, Matthew Linsey, selamat dari ledakan dahsyat tersebut. Ketiganya berlari keluar dari restoran yang pagi itu ramai oleh turis asing. Namun, hanya berselang beberapa langkah dari pintu restoran, sebuah ledakan lain menyentak. Mereka jatuh pingsan.

Ketika mulai siuman berapa menit kemudian, Matthew mendapati Amelie dan Daniel masih tergeletak tak sadarkan diri. Dia berteriak meminta tolong. Situasinya kacau. Orang-orang berteriak panik. Saya tidak bisa membangunkan anak-anak saya, ucapnya. Seorang perempuan membantu menggotong putrinya ke ambulans. Beberapa orang lain membantu Matthew membopong Daniel, yang terluka lebih parah. Keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tapi nyawa mereka tidak tertolong, kata Matthew, bankir Inggris kelahiran Amerika Serikat, seperti diberitakan Daily Mail.

Sri Lanka diguncang serangan bom bertubi-tubi pada hari itu. Saat umat Katolik tengah merayakan Paskah, delapan bom bunuh diri menggetarkan tiga kota di nega- ra berpenduduk mayoritas penganut Buddha tersebut. Selain di Ibu Kota Kolombo, serangan terjadi di Negombo dan Batticaloa. Aksi teror menewaskan sedikitnya 253 orang, termasuk 39 warga asing, dan melukai 500 lainnya. Tujuh pelaku bom bunuh diri diduga terlibat dalam serangan serempak terhadap Gereja St. Anthony di Kolombo, Gereja St. Sebastian di Negombo, dan Gereja Zion di Batticaloa. Serangan juga menghantam tiga hotel bintang lima di Kolombo, yakni ShangriLa, Cinnamon Grand, dan The Kingsbury. Dengan memanggul ransel besar, pelaku mendatangi setiap sasaran dan meledakkan diri.

Dari serpihan tubuh di lokasi serangan, aparat mengidentifikasi pelaku. Para pengebom diketahui sebagai pria kelas menengah-atas yang keluarganya stabil secara finansial. Beberapa di antaranya pernah kuliah di luar negeri. Setidaknya satu orang memetik gelar sarjana di Inggris sebelum pergi ke Australia untuk menempuh studi pascasarjana dan kemudian menetap di Sri Lanka. Di Distrik Kochchikade, Kolombo, ledakan bom memorak-porandakan Gereja St. Anthony, yang terletak sekitar 3,5 kilometer di utara Hotel Shangri-La. Jam dinding pada menara gereja Katolik itu terhenti di pukul 08.45, waktu terjadinya ledakan. “Rasanya seperti ada gempa. Semuanya berguncang dan jatuh,” ujar Vijaya Kumar, 36 tahun, anggota jemaat yang mengikuti misa Paskah. Langit-langit dan atap gereja rontok. Dinding terkelupas.

Bangku-bangku kayu tempat berdoa berserakan. Jumlah korban jiwa akibat ledakan di gereja berusia 175 tahun itu tidak diketahui pasti. Pejabat Sri Lanka memperkirakan lebih dari 80 anggota jemaat tewas seketika. Hari itu, lebih dari seribu orang menghadiri misa. Saya beruntung berada di dekat pintu. Saya berlari karena takut, ucap Kumar. Serangan pada hari itu merupakan aksi kekerasan terburuk yang pernah melanda Sri Lanka sejak perang saudara di negara berpenduduk 21 juta jiwa tersebut berakhir satu dasawarsa silam. Pemerintah semula menuding kelompok militan lokal Jemaah Tauhid Nasional sebagai dalang pengeboman. Tapi aparat masih meraba dugaan campur tangan orga- nisasi asing untuk menjelaskan bagaimana kelompok radikal Islam kelas domestik mampu melancarkan serangan berskala masif.

Jawaban itu muncul dua hari setelah serangan, ketika kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan mematikan tersebut. Tanpa jaringan internasional, mustahil serangan semacam ini bisa terjadi, tutur juru bicara pemerintah Sri Lanka, Rajitha Senaratne. Aparat keamanan telah menahan 60 orang sebagai tersangka hingga Rabu, 24 April lalu.