Menjadi Penjual Atau Pengusaha ?

Alkisah di sebuah kawasan permukiman terdapat seorang tukang sayur keliling, sebut saja namanya Agus. Agus merupakan perantau dari Jawa yang datang ke Jakarta. Ia telah berjualan sayur selama kurang lebih 5 tahun. Setiap harinya Agus berjualan dari pukul 7 pagi hingga pukul 4 sore. Untuk membatunya berjualan sayur Agus mengandalkan gerobak dorong/pedati roda dua yang dirakit oleh rekannya sesama perantau dari Jawa. Singkat cerita, Agus berhasil menjalankan usahanya dengan cukup baik.

Menjadi Penjual Atau Pengusaha

Bahkan ia mulai menjadi langganan bagi para penghuni kawasan permukiman tersebut. Sedikit demi sedikit Agus mulai menumpuk keuntungan dari margin penjualannya sehingga akhirnya ia memutuskan untuk mengganti gerobak dorong yang biasanya ia pakai untuk berjualan dengan gerobak motor. Dengan gerobak motor tersebut, tidak hanya ia dapat mengangkut sayur-sayurannya lebih banyak, tetapi juga ia bisa berjualan dengan daerah jangkauan yang lebih jauh. Sehingga tidak mengherankan apabila omzetnya pun lebih besar dari sebelumnya.

Jika sebelumnya Agus rutin berjualan hingga sore, saat ini seringkali dagangannya sudah habis sebelum siang. Pendapatannya semakin baik, tapi ia masih belum merasa cukup. Ia pun membeli telepon selul er untuk membantu usahanya. Dengan telepon seluler tersebut, Agus membagi kontak dengan ibu-ibu yang menjadi langganannya di daerah perumahan. Dengan telepon seluler tersebut, I bu-ibu yang membutuhkan sayur atau bahan-bahan lainnya bisa dengan mudah memesan melalui telepon kepada Agus dan ia akan mengantar sayur-sayuran tersebut kepada pemesannya.

Tanpa disadari pelanggan Agus sudah mulai sangat berketergantungan kepadanya, sehingga mereka lebih memilih untuk membeli dari Agus dibandingkan tukang sayur lainnya. Namun tanpa diduga suatu hari Agus memilih untuk pulang kampung ke daerah asalnya di Jawa selama dua minggu. Menghilangnya Agus sebagai tukang sayur langganan tentu saja membuat para pelanggannya kelabakan.

Mereka jadi harus berpergian jauh untuk membeli sayur yang terkadang harganya tidak semurah yang biasanya ditawarkan oleh Agus. Dan rutinitas Agus pulang kampung pun terkadang dalam setahun bisa lebih dari sekali, bahkan ia bisa menetap hingga sebulan lamanya dikampung dan libur berjualan. Barulah setelah tabungannya menipis ia akan kembali lagi ke Jakarta untuk berjualan.

Belajar dari kisah diatas, apakah menurut Anda Agus telah sukses? Tentu saja Agus termasuk orang yang sukses sebagai penjual sayur keliling, tetapi belum sukses sebagai seorang pengusaha. Sebagai tukang sayur keliling dia sudah berhasil meningkatkan profitnya, dengan memiliki HP sehingga bisa melayani pelanggannya dengan tepat. Begitu juga setelah menggunakan motor bergerobak, dia dapat memperbanyak pelanggannya. Penjualan semakin banyak, profitnya pun semakin besar didapatkan. Sebagai pemilik usaha Agus mengambil semua profit dan menggunakannya untuk pulang kampung, tidak salah memang tapi ini membuat Agus berakhir sebagai seorang penjual/pedagang saja, bukan sebagai seorang pengusaha.

Sebaiknya yang dilakukan agus adalah mempunyai pegawai atau orang pengganti berjualan dengan harga yang sama selama dirinya pulang kampung. Dengan begitu pelanggan tidak kelabakan, tidak kecewa dan mudah berbelanja kebutuhan setiap hari meskipun omset Agus berkurang untuk membayar pegawai. Kepuasan pelanggan sebaiknya lebih diutamakan. Nah jika usaha konvensional sudah berjalan baik, dapat dikembangkan lagi dengan menggunakan toko online serta jasa optimasi seo murah untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas lagi. Cara pemasaran ini memang banyak digunakan oleh supermarket besar tapi tidak ada salahnya jika pedagang bisa mengadopsi cara ini.